Tuesday, April 11, 2017

Cara Menghilangkan Bekas Ciuman Pasangan di Leher

Cara Menghilangkan Bekas Ciuman Pasangan di Leher



QQmerah.com - Sesi bercinta bisa lebih 'panas' ketika pasangan mencium bagian-bagian tubuh seperti leher. Love bite atau yang biasa disebut dengan cupang tersebut kerap diandalkan dalam foreplay. Namun setelah sesi bercinta usai,biasanya pasangan yang diberikan love bite akan menyesal karena ada bekasnya.

Bekas ungu kemerahan tentu tidak sedap dipandang dan memalukan karena keintiman Anda dengan suami jadi terlihat tandanya. Memar terjadi karena kapiler di dalam kulit terangkat yang menyebabkan darah menjadi beku di dalam kulit. Tapi jangan khawatir, bekas cupangan tersebut bisa disamarkan dan dihilangkan dengan tips-tips berikut ini.

1. Kompres dengan Es
Mengompres dengan es menjadi cara jitu untuk mengatasi berbagai situasi. Kompres es atau aplikasikan sendok dingin selama 15 hingga 20 menit setelah pasangan mencumbu leher. Dinginnya es dapat menetralkan memar yang ada di leher.

2. Mengoleskan dengan Pasta Gigi
Mengoleskan leher dengan pasta gigi juga memberikan efek dingin. Cara ini dapat meningkatkan aliran darah ke bagian yang dicupang sehingga dapat meredakan memar dan menyamarkan warna ungu-kemerahan.

3. Air Hangat
Ini berbeda dari metode dingin. Metode dengan mengompres air hangat harus diterapkan pada setelah 48 jam setelah terjadinya cupang. Normalnya, setelah 48 jam kapiler yang rusak akan segera sembuh dan darah kembali menyerap ke kulit. Dengan mengompres air hangat, maka cupangan akan lebih cepat memudar. Selain menggunakan air hangat, bisa juga dengan mengompresnya dengan bekas kantung teh yang masih panas. Caranya sama, harus dilakukan setelah 48 jam melakukan love bite.

4. Pakai Foundation
Cupang bisa dihilangkan dalam sekejap dengan foundation. Tentu tidak benar-benar hilang, namun dengan membubuhkan foundation maka bekas cupang dapat terkamuflase.

5. Menyamarkan dengan Baju
Selain pakai foundation, Anda juga bisa menutupi bekas cupang dengan pemilihan baju yang tepat. Misalnya saja dengan menggunakan turtle neck yang secara otomatis akan mengkamuflase area leher Anda.

Monday, April 10, 2017

Amankah Tetap Bercinta Saat Wanita Menstruasi?

Amankah Tetap Bercinta Saat Wanita Menstruasi?

PelangiQQ.net - Amankah bercinta saat sedang menstruasi? Sebagian orang menganggap bercinta saat menstruasi berisiko menimbulkan penyakit. Sebagian lagi menilai darah menstruasi bisa membuat seks tidak higienis saat bercinta.

Sebenarnya bolehkah berhubungan seks saat wanita mengalami menstruasi dilihat dari sisi kesehatan? Menurut dokter spesialis kandungan Alyse Kelly-Jones, M.D., bercinta saat menstruasi sepenuhnya aman baik bagi wanita maupun pria.

"Mungkin akan sedikit 'berantakan' atau canggung tapi bukannya tidak aman atau tidak aman," ujarnya, seperti dikutip dari Women's Health.

Pada dasarnya memilih bercinta atau absen bercinta saat menstruasi sangat tergantung dari preferensi masing-masing pasangan. Jika Anda maupun suami tidak masalah dengan keluarnya darah haid ketika penetrasi seks, maka hal itu sah-sah saja dilakukan.

Bahkan menurut Alyse, darah menstruasi bisa membantu aktivitas bercinta jadi lebih nyaman. Sekali lagi dengan catatan, apabila Anda dan suami sudah sama-sama sepakat untuk melakukannya.

"Jangan berasumsi pasangan Anda akan kehilangan gairah dengan adanya darah. Sesungguhnya, darah mens bisa berfungsi sebagai lubrikan tambahan," kata Alyse.

Cairan merah yang keluar saat menstruasi sebenarnya tidak seluruhnya mengandung darah. Darah menstruasi merupakan campuran dari banyak komponen yang ikut luruh dari proses menstruasi.

Dijelaskan pakar kesehatan wanita Jennifer Wider, M.D., darah menstruasi terbuat dari tiga komponen. Diantaranya sel-sel endometrium (batas dinding rahim) yang luruh ketika tidak terjadi kehamilan, darah dari pembuluh arteri di dalam uterus dan terkadang gumpalan atau darah beku.

"Menstruasi yang Anda alami sebenarnya hanya proses peluruhan bantalan yang bertugas memelihara perkembangan embrio setiap bulannya," terang dokter spesialis kandungan Maureen Whelihan, M.D., seperti dikutip dari Self.

Jika masalah higienitas menjadi perhatian Anda ketika bercinta, maka Anda bisa menyiapkan perlak atau kain khusus tahan air yang tidak akan mengotori sprei tempat tidur saat bercinta. Hindari bercinta dengan gaya woman on top atau standing karena bisa membuat darah mens lebih mudah keluar.

Pilih gaya bercinta misionaris, spooning atau doggy style untuk meminimalisir keluarnya darah menstruasi

Saturday, April 8, 2017

Anies: Warga Tidak Punya Hak Pilih, Mau Nyoblos Jangan Dimarahi

Anies: Warga Tidak Punya Hak Pilih, Mau Nyoblos Jangan Dimarahi



QQMerah.Com - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berkomitmen menjaga pilgub jauh dari kecurangan. Anies bahkan menerjunkan lima hingga sepuluh orang saksi per wilayah untuk memantau Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017.

"Kalau ada warga yang tidak punya hak pilih, mau ikut coblos, jangan dimarahin, jangan dibentak. Bilang pulang saja di kampungnya, jangan ikut nyoblos di tempat yang bukan tempat tinggalnya," kata Anies di kawasan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017).

Anies mengaku mendapat laporan dari warga yang melihat kecurangan di beberapa tempat. Ia mengatakan akan lebih mengintensifkan saksi untuk ikut mengawasi.

"Jadi warga tadi menyampaikan observasi dia, bahwa saksi-saksi sering kelabakan. Kewalahan karena hanya sendirian di TPS yang didominasi calon tertentu sehingga ini observasi mereka. Mereka mengatakan tolong dibantu. Itu sebabnya, di putaran kedua ini, kami akan memiliki lebih banyak saksi luar, yang di dalam memang ditugasi. Yang di luar adalah mereka yang memantau bila ada pemaksaan-pemaksaan dan proses pemungutan suara akan berlangsung dengan adil, jujur, dan demokratis," kata Anies.

Anies akan menempatkan lima sampai sepuluh saksi di setiap wilayah. Dia berharap hal tersebut dapat menjauhkan pilkada dari kecurangan.

"Saksi di luar 5-10 per wilayah, tergantung kebutuhannya. Kemarin itu di beberapa daerah mereka polos-polos saja. Ketika polos saja ada kecurangan, ya biar saja. Ternyata kejadiannya bukan di satu TPS, tapi banyak sekali. Itu pelajaran buat kita,"